Senin, 06 Oktober 2008

Jawaban


Ada sebagian masyarakat yang mempunyai tradisi yang sangat unik. dalam suatu pesta misalnya, seseorang tidak bisa mengikutinya kalau tidak mendapatkan undangan, walaupun sebenarnya yang mengadakan pesta tersebut merupakan saudara, teman bahkan keluarga kandungnya sekalipun. ni di tempatku loch... di Soe. orang tersebut tidak akan berusaha untuk ikut dan orang-orang pun tidak akan berusaha untuk mengajaknya, karena itu berarti memalukan saudara sendiri. masyarakat q memang mempunyai perasaan malu yang sangat tinggi (setinggi monas g yach??) yang jelas setinggi menara babel ketika dibangun,hehe..
Mereka pada umumnya berada dipedesaan. Namun apakah hal itu berarti bahwa yang di perkotaan tidak seperti itu? Tidak sama sekali, karena bagaimana pun juga mereka yang di kota datangnya juga dari desa. hal tersebut sudah menjadi hukum tak tertulis, jadi yang melanggarnya pasti akan merasa malu.
Lebih parah lagi kalau sudah tidak mendapat undangan, orang yang membuat pestapun tidak dikenal. Itulah sebabnya, biasanya kalao mo buat pesta biasanya pemilik pesta akan mengunjungi rumah demi rumah dan mengunda ng secara adat, kadang-kadang samapai menyebut nama semua orang dalam rumah tersebut sebagai penghargaan dan harapan agar semuanya bisa ikut. Ini karena mereka sudah berkenalan sebelumnya.
Ketika mengadakan pesta, orang-orang undanganpun merasa bertanggungjawab terhadap suksesnya acara tersebut, karena mereka merasa sebagai teman. Bagaimana kalau orang yang belum pernah kita kenal tiba-tiba datang dan ikut senang2?? so pasti kita kaget dan heran.
Koq bisa yachhh? Begitu juga dengan TUHAN, jadi kita harus jadi teman-Nya dulu, baru berhak ikut acaranya Dia (jadi orang dalam dolo...!!)
Poskan Komentar