Rabu, 28 Januari 2009

TUGAS KEPERAWATAN DEWASA III

KONSEPSI DAN PERKEMBANGAN JANIN

A. Konsepsi

Konsepsi merupakan suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur didalam tuba falopii. Hanya satu sperma yang mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu, zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma.

Konsepsi dapat terjadi, jika beberapa kriteria berikut di penuhi:

a. Senggama harus terjadi pada bagian siklus reproduksi wanita yang tepat.

b. Ovarium wanita harus melepaskan ovum yang sehat pada saat ovulasi.

c. Pria harus mengeluarkan sperma yang cukup normal dan sehat selama ejakulasi.

d. Tidak ada barier atau hambatan yang mencegah sperma mencapai penetrasi dan akhirnya membuahi ovum.

Konsepsi memiliki kemungkinan paling berhasil, jika hubungan seksual berlangsung tepat sebelum ovula. Sperma dapat hidup selama 3 – 4 hari didalam saluran genetalia wanita dan idealnya harus berada didalamtuba falopii saat ovulasi terjadi, karena ovum hanya bisa hidup selam 12-24 jam. Wanita dapat memprediksi ovulasi dengan memantau perubahan dalam tubuhnya. Misalnya, sekitar waktu ovulasi, serviks memendek, melunak dan sedikit berdilatasi. Salah satu indikator ovulasi yang paling kuat adalah status lender serviks yang menjadi transparan, licin, dan banyak.

Lendir tersebut juga dapat direnggangkan, suatu materi yang disebut spinnbarkeit. Setelah ovulasi, lender kembali menjadi kental, lengket, dan jumlahnya menurun. Tindakan lebih jauh yang dapat dilakukan wanita adalah mengobservasi suhu tubuh basalnya, yang meningkat sebesar 0,20C segera setelah ovulasi.

Sebelum sebuah sperma mampu mempenetrasi dan membuahi sebuah ovum, sperma harus menjalani sebuah proses yang disebut kapasitasi (berlangsung kurang lebih 7 jam). Pada proses ini membrane sperma menjadi rapuh (fragile) dan melepaskan enzim hidrolitik dari akrosom (lapisan seperti helm yang menutupi kepala sperma). Enzim ini (hialuronidase dan proteinase) harus mencerna korona radiata dan zona pelusida sebelum dapat mencapai membran ovum. Walaupun banyak sperma terlibat dalam proses cerna ini, hanya satu sperma yang dibiarkan mempenetrasi ovum. Segera setelah satu sprema memasuki ovum, perubahan kimia terjadi. Perubahan kimia ini mula-mula mencegah sperma lain berfusi lebih jauh dengan membrane ovum dan pada akhirnya semua sperma yang tersisa dikeluar dari ovum.

Begitu sperma telah memasuki ovum, sperma sementara berada didalam sitoplasma perifer, sementara nucleus wanita menjadi matur dan jumlah kromosom wanita menurun dari 46 menjadi 23. Nucleus sperma menjadi membengkak dan saling mendekat sebagai pronukleus pria dan wanita saat terbentuk suatu “ kumparan“ diantara kedua nucleus tersebut membran pronukleus kemudian ruptur dan kromosom yang dibebaskan berkombinasi membentuk zigot. Pada waktu inilah fertilisasi (pembuahan) terjadi.

Waktu yang optimal untuk mulainya kehamilan adalah dalam 24 jam ovulasi. Koitus (hubungan seksual) selama 24 jam sebelum ovulasi akan menyediakan spermatozoa pada tuba falopii yang siap menerima kedatangan ovum. Dengan demikian penting bagi wanita mencoba untuk mengerti bahwa ia mengetahui perkiraan hari ovulasinya.

Metode berikut dapat dipergunakan untuk menilai hari ovulasi :

a. Metode kalender

Pencatatan sebaiknya dilakukan terus dalam satu periode paling tidak 6 bulan, yang mencatat hari pertama setiap periode menstruasi (hari ke 1 keduanya darah mentruasi) dan dengan demikian menghitung waktu ovulasi selama 15 hari sebelum periode khusus tersebut. Pada cara ini diperkirakan hari – hari pada bulan berikutnya kapan wanita akan menstruasi dan dengan demikianjuga dapat diperkirakan hari – hari kapan wanita tersebut berovulasi. Apabila menstruasinya tidak teratur, maka penghitungan demikian tidak mungkun dilakukan.

b. Metode suhu

Pelepasan progesterone telah menyebabkan peningkatan suhu tubuh sampai 0,50C. Suhu tubuh tersebut akan sedikit turun tepat sebelum mulainya ovulasi dan kemudian meningkat segera setelah ovulasi. Sistem ini memerlukan pencatatan suhu mulut segera pada setiap bangun tidur pagi. Peningkatan suhu tubuh tersebut harus menetap dalam 24 jam untuk membuktikan bahwa telah terjadi ovulasi. Pemakaian metode ini mungkin dapat keliru karena kenaikan suhu dapat menunjukan adanya infeksi dan penurunan suhu tubuh kadang-kadang terjadi akibat dari pemberian obat misalnya aspirin.

c. Perubahan mucus serviks

Peningkatan kadar estrogen tepat sebelum ovulasi menyebabkan peningkatan sekresi serviks maupun pengurangan kekentalan (vikositas) sekresi tersebut. Karena sekresi merupakan bagian dari sekresi vagina maka perubahan dapat dikenal oleh wanita yang diharapkan dapat mengerti. Walaupun demikian, akan memerlukan waktu 2 atau 3 bulan lagi pasangan yang sebelumnya belum pernah mengetahui maknanya untuk memperhatikan hal ini.

B. Kehamilan

Kehamilan adalah peristiwa yang dimulai dari konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan. Kehamilan merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu selanjutnya dapat dijelaskan tingkat pertumbuhan dan besarnya janin seusia kehamilan, pada setiap dilakukan pemeriksaan kehamilan.

Tanda-tanda kehamilan

* Menstruasi terlambat/tidak mens

* Merasa mual dan muntah

* Ngidam

* Payudara besar dab membesar

* Sulit buang air besar

* Perubahan warna kulit pada bagian2 tertentu, misalnya leher, muka dan areola mamae

* Epulis (pembengkakan pada gusi)

* Varises (minculnya pelebaran pembuluh darah di bagian betis)

Masa kehamilan

Kehamilan dimulai dari proses pembuahan (konsepsi) sampai sebelum janin lahir. Kehamilan normal berlangsung selama 280 hari (40minggu atau 9 bulan 7 hari), dihitung mulai hari pertama menstruasi terakhir. Bisa juga menggunakan rumus Neagele:



Tanggal ditambah 7

Bulan dikurangi 3

Tahun ditambah 1

(1bulan adalah 30 hari)


Contohnya jika hari pertama haid terakhir dengan siklus normal jatuh pada tanggal 3 Januari 1998, persalinan diperkirakan terjadi tanggal 10 Oktober 1998. Masa kehamilan Kehamilan terbagi menjadi 3 trimester yaitu

ü Trimester 1 dimulai dari proses konsepsi sampai usia kehamilan 3 bulan

ü Trimester 2 dari bulan ke-4 bulan sampai usia kehamilan 6 bulan

ü Trimester 3 dari bulan ke-7 sampai usia kehamilan 9 bulan.

C. Perkembangan Janin

Minggu 1

Masa haid terakhir selama 5-7 hari. Pada fase ini seorang wanita harus memperhatikan hari pertama haid terakhir. Penanggalan ini akan digunakan untuk menentukan usia kehamilan menurut rumus Naegele.

Minggu 2

Merupakan masa subur jika siklus seseorang terjadi 28-35 hari. Pada fase ini terjadi proses ovulasi dilanjutkan kosepsi di saluran telur. Hasilnya akan berkembang dengan pembelahan sel mulai dari 1 menjadi 2, 4, 8 sampai terbentuk sekelompok sel yang bergerak dari saluran telur menuju rongga rahim dan akan bernudasi pada dinding rahim.

Minggu ke-4

1. Perkembangan janin

Sel-sel tersebut menjadi embrio yang panjangnya kurang dari 0,64 cm dan melekat pada dinding rahim.

2. Perubahan – perubahan maternal

Ibu terlambat menstruasi, payudara menjadi membesar, kelelahan yang kronik (menetap) dan sering kencing mulai terjadi berlangsung selama 3 bulan berikutnya, HCG ada didalam urine dan serum 9 hari.

Minggu ke-5

Pembentukan awal embrio yang sudah memiliki sistem vaskuler. Pada tahap ini wanita tidak akan mengalami menstruasi. Jika dilakukan uji kehamilan secara klinis akan diperoleh hasil posotif. Sudah terbentuk kantung ketuban yang terdiri dari 2 selaput tipis. Selaput ini berisi air ketuban tempat bayi terapung yang menjaga benturan selama kehamilan.

Minggu 6

Terbentuk tulang belakang, kepala besar yang mengandung otak rudimenter, bakal tangan dan kaki serta soket untuk mata dan telinga. Jantung sedang dibentuk, pada USG akan tampak denyut jantung yang kuat. Plasenta tanpak lebih besar dari embrio.

Minggu ke 8

Ø Perkembangan janin

Pembentukan semua organ besar dan bagian-bagian ginjal. Kelopak mata telah menyatu untuk melindungi kedua matanya. Hidung, telinga dan jari-jari mulai terbentuk. Kepala mulai menunduk ke arah dada. Wajah dan jari-jari sudah berkembang. Embrio tampak seperti manusia yang meningkat menjadi janin. Sudah ada gerakan janin tapi terlalu lembut untk dirasakan oleh ibu. Panjang janin 2,5 cm.

Ø Perubahan – perubahan maternal

Mual muntah (morning sicknes), mungkin terjadi sampai usia kehamilan 12 minggu. Uterus berubah dari bentuk pear menjadi globular. Tanda- tanda hegar dan goodell muncul. Serviks fleksi. Leukorrhea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata.

Minggu 10

Pada masa ini kegagalan jantung janin hampir dapat terdeteksi dengan peralatan yang menggunakan prinsip Doppler ultrasonik. Sirkulasi darah melalui tali pusat. Jari-jari dan kuku sudah terlihat, ukuran kepala belum proporsional.

Minggu ke 12

1. Perkembangan janin

Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat dilihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tubuh berkembang. Gerakan pertama dimulai selama minggu ke-12. Jenis kelamin dapat diketahui, daun telinga mulai terbentuk, mata masih melekat, leher dan alat kelamin luar mulai terbentuk. Ginjal janin mulai berfungsi memproduksi urine. Janin lebih aktif tapi belum dirasakan ibu. Berat ari2 6x berat janin. Kantung janin berisi 100ml air ketuban dan panjang janin mencapai 9 cm.

2. Perubahan – perubahan maternal

Tanda chatwick muncul. Uterus naik di atas simpisis pubis. Kontraksi braxon hicks mulai dan mungkin terus berlangsung selama kehamilan. Potensial untuk menderita infeksi saluran kencing meningkat dan ada selama kehamilan. Kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester I. Plasenta sekarang berfunsi penuh dan memproduksi hormone.

Minggu 14

Rasa nyeri payudara sudah menghilang. Kulit puting susu dan sekitar areola akan terlihat lebih gelap. Perut ibu mulai tampak gendut

Minggu ke 15

  • Perkembangan janin

Sistem muskeloskeletal sudah matang. Sistem saraf sudah mulai melaksanakan control. Pembuluh darah berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua organ mulai matang dan tumbuh. Berat janin sekitar 0,2 kg. Denyut jantung janin dapat didengar dengan Doppler. Pankreas memproduksi insulin.

  • Perubahan –perubahan maternal

Fundus berada ditengah antara simpisis dan pusat. Berat ibu bertambah 0,4 – 0,5 kg perminggu selama sisa kehamilan. Mungkin akan lebih banyak energi. Diameter bipatietal dapat di ukur dengan ultrasound. Sekresi vagina meningkat. Pakaian ibu menjadi ketat. Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang.

Minggu ke-16

Alat kelamin luar sudah terbentuk, hidung dan telinga tampak jelas, kulit merah, rambut mulai tumbuh (lanugo). Plasenta sudah terbentuk sempurna yang merupakan akar janin untuk berkembang dan tumbuh dengan baik dalam rahim. Kadang-kadang terjadi gerakan yang tidak teratur, kecuali pada kehamilan pertama.berat janin sama dengan berat ari-ari. Pembuluh darah terlihat dengan jelas pada kulit janin yang tipis. Panjang janin 16-18 cm.

Minggu 18

Janin mulai bergerak

Minggu ke 20

Þ Perkembangan janin

Ladugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit, kulit makin tebal, rambut kepala mulai tumbuh, rambut halus mulai tampak. Bola dan alis mata sudah tumbuh. Panjang janin sekitar 25 cm.

Þ Perubahan – perubahan maternal

Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menampung 400ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Verises pembuluh darah mungkin mulai terjadi. Untuk pertama kalinya getaran janin dirasakan oleh ibu seperti kepakan sayap kupu-kupu. Areola bertambah gelap. Hidung tersumbat mungkin terjadi. Kram pada kaki mungkin ada. Konstipasi mungkin dialami.

Minggu 22

Telinga bagian dalam terbentuk sempurna

Minggu ke 24 atau bulan ke – VI

ü Perkembangan janin

Kerangka berkembang dengan cepat karena sel pembentukan tulang aktifitasnya meningkat. Perkembangan pernafasan dimulai. Berat janin 0,7 – 0,8 kg. Kelopak mata terpisah, tumbuh alis dan bulu mata, kulit khas berkerut-kerut dan lemak tertumpuk dibagian bawahnya. Kepala besar dan panjang janin mencapai 30-32 cm. Jika lahir akan berusaha untuk bernapas, tapi akan mati beberapa jam kemudian.

ü Perubahan – perubahan maternal

Fundus di atas pusat. Sakit punggung dank ram pada kaki mungkin mulai terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae gravidarium, cloasma, linea nigra dan jerawat. Mimisan dapat terjadi. Mungkin mengalami gatal – gatal pada abdomen karena uterus membesar dan kulit meregang.

Minggu ke-28

1. Perkembangan janin

Janin dapat bernafas, menelan dan mengatur suhu. Surfactant terbentuk di dalam paru-paru. Mata mulai membuka dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran saat lahir. janin dapat menghisap jari, kulit tipis merah ditutupi lemak yang disebut verniks. Pertumbuhan kepala mulai lambat, ukurannya sebanding dengan ukuran tubuhnya, organ dalam sudah lengkap. Berat janin 1000 gr. Jika lahir dapat bertahan hidup dengan perawatan khusus. Panjang janin mencapai 35 cm. Janin masih leluasa berputar dalam rahim.

2. Perubahan – perubahan maternal

Fundus berada di pertengahan antara pusat dan xiphoid. Hemorrhoid mungkin terjadi. Pernafasan dada menggantikan pernafasan perut. Garis bentuk janin dapat di palpasi. Mungkin lelah menjalani kehamilan dan ingin sekali menjadi ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa.

Minggu ke-32

1. Perkembangan janin

Antibodi ibu ditransfer ke bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk enam bulan pertama sampai system kekebalan bayi bekerja. Bayi masih leluasa berputar dalam rahim, berenang dalam air ketuban, menendang. Kulit janin merah dan keriput sehingga jika lahir tampak seperti orang tua kecil (little old man). Panjang janin sekitar 40-43 cm.

2. Perubahan – perubahan maternal

Penurunan bayi kedalam pelvic atau panggul ibu. Plasenta setebal hamper empat kali waktu usia kehamilan 18 minggu dan beratnya 0,5 – 0,6 kg. Ibu ingin sekali melahirkan bayi, mungkin memiliki energi final yang meluap. Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Braxon hicks meningkat karena serviks dan segmen bawah rahim disiapkan untuk persalinan.

Minggu ke-34

Cahaya akan tersaring masuk ke rongga rahim, janin lebih banyak bergerak dan mata berkembang sepenuhnya.

Minggu ke-36

Badan menjadi lebih bulat, kerutan diwajah hilang karena lemak menutupi kulit sekeliling bayi dan wajahnya.umumnya testis sudah turun ke skrotum, disebut masa prematur. Panjang 46 cm dan berat 2,5 kg.

Minggu 38

Tendangan keras mulai berkurang dan kepala janin masuk ke panggul.

Minggu ke-40

Janin berkembang sempurna dan siap lahir. Secara umum lanugonya sudah hilang, tetapi pelindung verniks masih ada sampai lahir. Panjang 48-50cm dan berat 2750-3000gr (ukuran Indonesia)

Pertumbuhan dan perkembangan janin dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain:

  1. Ibu, dipengaruhi keadaan kesehatan waktu hamil, penyakit yang menyertai, penyulit kehamilan, kelainan rahim, kehamilan tunggal, ganda, atau triplet, serta kebiasaan nuruk ibu hamil (merokok, minum miras dll)
  2. Janin, meliputi jenis kelamin janin, penyimpangan genetik serta infeksi dalam rahim
  1. Plasenta, dengan meningkatnya usia kehamilan kemampuan plasenta untuk memberikan nutrisi ke janin semakin berkurang. Jika terjadi komplikasi penyakit, kemungkinan munculnya gangguan fungsi plasenta.

Perubahan fisiologi dalam kehamilan

a) Perubahan pada system endokrin

1. Plasenta

Plasenta adalah kelenjar hormone aktif yang khusus untuk kehamilan. Mormon yang dihasilkannya adalah human chorionic gonadotropihin (HCG), estrogen, progesterone dan human placental lactogen (HPL). Semua hormone ini sangat berguna dalam mendukung kehidupan janin dan ibu selama masa kehamilan.

2. HCG

Hormon ini diproduksi oleh sel tropoblast yang berkembang pada saat mulai menemplenya sel telur yang telah dibuahi. Hormon ini akan dilepaskan kedarah ibu dan akan menstimulus pertumbuhan korpus luteum pada trimester I kehamilan. Corpus luteum ini akan memproduksi hormone estrogen dan progesterone yang merupakan hormone yang sangat pentung untuk mempertahankan kehamilan.

3. Estrogen

Produksi estrogen pada usia kehamilan sampai dengan 12 minggu diproduksi dalam jumlah besar oleh korpus luteum dan sesudahnya diproduksi oleh plasenta. Fungsinya adalah menstimulus pertumbuhan di dalam uterus. Duktus-duktus dalam mamae. Putting susu ibu dan mempengaruhi vagina. Estrogen juga berperan meretensi atau menahan cairan dan elektrolit dalam jaringan tubuh wanita hamil, menekan ovulasi dan menghambat proses lactasi pada masa kehamilan.

4. Progesterone

Berfungsi membuat uterus menjadi tebal sehingga bisa digunakan untuk penempelan hasil konsepsi, mematangkan funsi mamae untuk siap memproduksi ASI.

b) Perubahan pada organ reproduksi

Selama kehamilan berat uterus naik dari 60 gr menjadi 1000 gr pada usia kehamilan aterm. Ukurannya menjadi panjang 30 cm X 23 Cm X 20 cm. Seluruh komponen jaringan yang ada dalam uterus berperan dalam pertumbuhan kehamilan. Uterus menjadi tebal, disebut deciduas oleh karena pertambahan besar dan jumlah sela baru. Pada awal kehamilan uterus menjadi tebal, tetapi pada akhir kehamilan uterus melar dan menipis, dimana saat kehamilan matang lapisan uterus hanya setebal 0,5 – 1 cm. Bentuk uterus berubah dari seperti buah pear menjadi bulat pada 12 minggu I kehamilan. Leher rahim berubah sedikit menjadi tebal. Panjang sedangkan servik tidak berubah.

ü Braxon Hicks

Braxon hicks adalah kontraksi tanpa rasa sakit yang ada pada trimester I kehamilan. Kontraksi ini tidak menyebabkan pembukaan serviks. Kontraksi ini justru membantu sirkulasi darah ibu ke plasenta.

ü Suplai darah

Suplai darah ke uterus semakin meningkat saat kehamilan. Vena dan arteri mengalami pembesaran atau dilatasi, sehingga memungkinkan untuk darah mengalir lebih banyak.

c) Perubahan pada system lain

1. Perubahan pada system kardiovaskuler

Selama kehamilan diafragma terdorong keatas secara progresif, jantung terdesak keatas. Akibatnya apex jantung akan sedikit ke lateral bila dibandingkan dengan posisi wanita normal.

2. Sistem pernafasan

Wanita hamil kadang mengeluh sesak dan pendek nafas. Ini disebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat uterus yang membesar.

3. Sistem pencernaan .

Semakin bertambahnya umur kehamilan lambung dan usus terdesak oleh uterus yang membesar. Tonus otot – otot saluran pencernaan melemah dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran pencernaan. Reabsorbsi makanan sempurna tetapi akan menimbulkan obstipasi.

4. Sistem muskokelatal

Lordosis yang progresif merupakan komplikasi posisisi kedepan akibat uterus yang membesar, lordosisis menggeser pusat daya berat kebelakang kea rah tungkai yang pada gilirannya menyebabkan perasaan tidak enak pada bagian bawah pinggang terutama pada akhir kehamilan.

5. Sistem urinaria

Pembesaran dan penekanan uterus akibat bertambah besarnya kehamilan mengakibatkan meningkatnya frkuensi kencing.

6. Sistem endokrin

Kelenjar tiroid dapat membesar sedikit sebagai kompensasi konsentrasi yodium yang rendah, kelenjar hiofise dapat membesar tetapi tidak berperan dalam kehamilan dan kelenjar adrenal tidak berpengaruh.

7. Sistem reproduksi

Terjadi perubahan pada uterus, ovarium, vagina, vulva dan dinding perut.

8. Sistem intergument

Pada kulit terjadi hiper pigmentasi yaitu pada muka, payudara, perut dan vulva.

9. Perubahan psikis

Perubahan psikis ini meliputi perasaan takut yang ditimbulkan karena kehamilan menyebabkan perubahan besar pada badan ibu yang dianggap sesuatu yang baru.

REFERENSI:

Hulliana, Mellyna. 1998. Panduan menjalani kehamilan sehat. Jakarta: PT. Niaga Swadaya

Luwzee. Siklus Kesehatan Wanita Pada Masa Konsepsi

http://luwzee.blog.friendster.com/2008/12/siklus-kesehatan-wanita-pada masa-konsepsi/

Mohd Redzuan Norazlan M.D. GDS K1- Konsep dasar pertumbuhan & perkembangan.

http://wanazlan88pediatric.blogspot.com/2008/10/gds-k1-konsep-dasar-pertumbuhan.html

Wahyu Pambudi. Konsep Kehamilan

http://pustu-karangbendo.blogspot.com/2008/12/konsep-kehamilan.html

Poskan Komentar