Jumat, 23 April 2010

Pre-university



Waktu itu kelompok Cow market sedang observasi kelompok vurnarable group di P. A SUmber Kasih. Saya dan ke-5 teman saya (harusnya sih 6, tapi yang satunya lagi berhalangan… kebetulan jadwalnya cukup padat,hehe). ketika kami sampai seperti biasa, kami melihat seluruh kondisi ruangan hingga ke dalam setiap kamar, tanpa kami sadari bahwa di kamar paling depan ada 2 orang cewe bule sedang mengajak 1 orang anak main. Sebenarnya saya agak heran, kenapa mereka di sini ya,, pikir saya kalau ada bule di Salatiga pasti kuliah atau mungkin mereka mau penelitian. ternyata jawabannya saya peroleh ketika kami pulang.
Pukul 2 kami pulang, kebetulan P. A ini berada di kawasan perumahan, jadi hanya beberapa angkot yang masuk sampai depannya. Oleh karena itu, kami harus pergi menjemputnya :) Tau apa yang mereka buat? Mereka juga naik angkot itu. Pikir saya mungkin mereka juga dapat proyek di kampus, jadi sekarang pulang ke Sala3 kota. itu kan menurut saya. Sampai ke angkot, kami berpura-pura berbicara dan tidak melihat mereka – dalam hati saya ingin mencoba bahasa inggris saya, tapi bagaimana ya :? Akhirnya setelah kami saling suruh, saya tanya nama mereka. Setelah berbicara sama mereka baru saya teringat ternyata mereka belum mahasiswa. Lalu mereka siapa? peneliti?
Semacam itulah mereka. Ternyata mereka barusan lulus SMA dan mereka datang ke sini untuk praktek sebelum kuliah. Mereka datang dari Belanda. Ya ampunnnn…. BAru lulus SMA sudah berani keluar negeri? Berani penelitian di negeri orang lagi… Ck ck ck . . Teman saya geleng-geleng kepala. Saya penasaran dan berniat cari di internet. karena bahasa inggris saya lumayan tidak bagus, saya hanya mengerti kalau di negara mereka Belanda sistemnya sudah sangat bagus, ada semacam sistem pre-university, mungkin itu maksudnya…
Keren sekali kata saya.. Memang keren kok. Lagian di sana pemerintahnya sangat mendukung dalam hal finansial. melihat apa yang ada saya menyadarkan diri bahwa itu nyata dan sedang terjadi. Jika di Belanda sudah begitu, kapan Indonesia? Memang punya kita bagus sekali, tapi dengan adanya mereka dan sistem mereka seperti itu saya menjadi optimis dan percaya kita juga akan seperti mereka beberapa tahun lagi. Pemerintah akan mengirimkan mahasiswa keluar negeri untuk praktik di sana – cukuplah – bukan sebagai tenaga kerja atau sebagai mahasiswa. Yang penting kita mau merendahkan diri belajar dari orang lain dan jangan terpaku pada beberapa masalah.
Poskan Komentar