Selasa, 06 April 2010

SAP Baby Massage

I. Pengertian
Biasa juga disebut dengan stimulus touch (rangsang sentuhan). Sejak dilahirkan, bayi memiliki tiga kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tua, yaitu kebutuhan fisik-biologis yang berguna untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik serta motoriknya. Kebutuhan emosi kasih sayang untuk kecerdasan emosi, inter dan intrapersonalnya. Serta kebutuhan stimulasi untuk merangsang semua kerja sistem sensorik dan motoriknya.
II. Manfaat utama
1. Mengembangkan komunikasi.
Sentuhan adalah bentuk komunikasi pertama yang Anda miiki dengan bayi. Sentuhan bayi berarti berbicara. Pijat bayi menggambungkan aspek kedekatan yaitu kontak mata, saling tersenyum dan ekspresi wajah yang lain.
2. Mengurangi stres dan tekanan.
Pijatan dapat menenangkan dan menurunkan produksi hormon adrenalin yang selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Umumnya daya tahan tubuh bayi meningkatkan 30% setelah dipijat 2 kali selama 15 menit.
3. Mengurangi gangguan sakit.
Memijat juga dapat membantu bayi mengusir gejala kembung, kolik serta membantunya tidur lebih nyenyak. Tak hanya itu, pijatan juga memperlancar sirkulasi udara di perut sehingga membantu mengeluarkan gas yang terjebak di sana.
4. Mengurangi nyeri.
Pijatan yang lembut membantu tubuh melepaskan oksitosin dan endorfin. Kedua hormon ini dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil akibat nyeri tumbuh gigi, hidung tersumbat atau tekanan emosi.

 Manfaat Pijat Bayi untuk orang tua:
1. Meningkatkan Asi.
Pijatan membuat bayi cepat merasa lapar karena penyerapan makanan lebih baik. Akibatnya bayi lebih sering menyusu. Semakin sering diminta, ASI yang diproduksi semakin banyak.

2. Memahami isyarat bayi.
Bayi memiliki bahaya isyarat untuk menunjukkan keinginannya, misalnya melalui bahasa mata atau isyarat badan. Pijat bayi yang dilakukan rutin 2 kali sehari membantu orang tua memahami keinginan bayi melalui isyarat yang diberikan.
3. Meningkatkan percaya diri.
Dengan melakukan pijat bayi, orang tua lebih mengenal bayinya. Pijat bayi mampu mengurangi rasa gelisah soal perawatan anak. Ketenangan ini mampu menguasai keadaan dan membantu orang tua lebih percaya diri untuk merawat si kecil.
4. Memahami kebutuhan si kecil.
Bayi mengeluarkan bahasa tubuh selama dipijat. Orang tua yang melakukan pijat secara rutin lebih mengenal kondisi fisik bayi. Karena dilakukan berulang-ulang, orang tua lebih paham cara menghadapi bayinya saat gelisah.

 Waktu yang tepat untuk memijat bayi
Usia yang paling baik untuk memperkenalkan pijatan adalah pada saat bayi berusia 0 sampai 12 bulan. Sedangkan waktu yang paling baik untuk memijat adalah pagi hari sehingga pada malam harinya si kecil dapat tertidur dengan lelap.
 Hal-hal yang perlu diperhatikan
1. Jangan memijat bayi setelah ia makan atau mengantuk.
2. Cobalah membuat suasana senyaman mungkin, lakukan dalam suasana menyenangkan dengan diiringi suara musik atau senandung.
3. Tidak dianjurkan pemijatan langsung sehabis makan, membangunkan bayi untuk dipijat, memijat bayi saat tidak begitu sehat, dan memaksakan posisi tertentu ketika memijat.




III. Persiapan
1. Waktu
Tentukan waktu ketika anda rileks dan tidak terburu-buru serta tidak akan terganggu. Pijatan sebaiknya dilakukan saat minimal 2 jam sesudah atau sebelum makan. Hal ini agar bayi bisa menerima pijatan dengan baik tidak dalam keadaan lapar atau kekenyangan.
2. Posisi/Setting
Pastikan anda nyaman. Duduk di lantai atau di kasur, atau tempatkan bayi anda di pangkuan. Baringkan bayi diatas permukaan kain yang rata, lembut, bersih. Pilih ruangan yang nyaman, hangat, dan tidak pengap untuk kegiatan ini. Jangan gunakan ruangan berAC atau berkipas angin, karena akan mempengaruhi suhu tubuh bayi. Lakukan secara menggembirakan bagi Anda maupun si bayi. Baringkan bayi anda dengan posisi terlentang dengan alas handuk karena anda akan memijat bayi dari bagian depan terlebih dahulu kemudian bagian belakangnya.. Kalian berdua mungkin akan menikmati musik yang menenangkan sebagai pengiring. Untuk menciptakan suasana tenang, ada baiknya sambil berbicara kepada bayi anda, bersenandung, menyanyi, memutar lagu.
3. Kenyamanan Bayi anda
Penting untuk menghormati ruang dan integritas bayi anda. Minta izin, walaupun bayi anda belum dapat menjawab secara verbal.
4. Ukur suhu tubuh bayi
Jangan dilakukan saat bayi habis mandi. Setelah mandi suhu badan biasanya turun. Pijatan akan membuat suhu tubuh menjadi naik dan ini tidak baik untuk bayi. Begitu juga setelah pemijatan sebaiknya bayi jangan segera dimandikan agar tidak terjadi perubahan suhu dastis yang menyebabkan anak bisa menjadi sakit. Sebaiknya pijatan dilakukan minimal satu jam setelah bayi mandi. Jika bayi sedang demam atau suhu tubuhnya meningkat jangan dipijat. Pijatan akan menaikan suhu tubuh bayi yang bisa mendatangkan bahaya bagi bayi yang sedang demam.
5. Minyak atau baby cream untuk memijat
Jangan pergunakan minyak zaitun untuk memijat bayi, karena minyak zaitun memiliki tekstur padat sehingga tidak gampang diserap kulit bayi. Yang paling baik adalah minyak dari biji-bijian. Minyak alami adalah yang terbaik – minyak almond atau minyak sayur segar yang diberi pewangi seperti lemon, vanila atau lavender. Hangatkan beberapa tetes dalam tangan anda. Jangan menggunakan minyak pada kepala atau wajah. Minyak jagung berguna untuk pijatan cepat, hanya beberapa menit.
6. Kebersihan
Pastikan tangan anda bersih dan hangat. Periksa kuku dan perhiasan untuk menghindari goresan pada kulit bayi
7. Perlengkapan bayi
Sebelum pemijatan hendaknya disiapkan lebih dulu handuk, popok, baju ganti, dan krim, baby oil atau baby lotion.
8. Memijat bayi anda dengan benar

IV. Teknik memijat
Memberikan pijatan pada si kecil, tidak selalu harus dengan bantuan tukang pijit bayi. Anda pun bisa melakukannya sendiri di rumah. Asal Anda memahami betul 'rambu-rambunya' serta 'aturan mainnya' maka manfaat pijatan yang Anda berikan bisa dirasakan secara maksimal oleh bayi Anda.
Ada beberapa lokasi pada tubuh bayi yang dianjurkan untuk diberikan pijatan, yaitu wajah, dada, perut, tangan dan kaki serta punggung.
1. Pijatan wajah.
Melemaskan otot wajah. Caranya, tekankan jari-jari Anda pada kening, pelipis dan pipi bayi (posisi dan tekanan sama seperti saat Anda menekan tombol keyboard komputer). Kemudian gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.


2. Pijatan dada.
Memperkuat paru-paru dan jantung. Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.
3. Pijatan perut.
Meningkatkan sistem pencernaan dan kurangi sembelit. Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.
4. Pijatan pada tangan dan kaki.
Meredakan ketegangan dan menguatkan tulang. Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.
5. Pijatan punggung.
Menguatkan otot yang menyangga tulang belakang. Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan



DAFTAR PUSTAKA
Sumber: - Sentuhan Sayang untuk si Kecil, Majalah Alia 2006 Edisi Khusus Generasi
How to Massage a Baby, Sigrid Nelsson-Ryan, RN, IBCLC, CD (DONA), LCCE, FACCE
Majalah Ayahbunda
Poskan Komentar