Selasa, 06 April 2010

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN IMUNISASI WAJIB PADA BAYI DAN ANAK

Skenario pembelajaran pada orang tua:
1. Pembukaan
 Salam terapeutik
“Selamat pagi ibu, bagaimana kabarnya hari ini?”
 BHSP
“Perkenalkan kami dari Universitas Kristen Satya Wacana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Ilmu Keperawatan. Saya Yulia, teman saya Eni dan Nanda sedang praktek belajar dengan memberikan pendidikan kesehatan untuk membantu ibu dan bapa dalam mengenal lebih jauh tentang Imunisasi wajib bagi anak dan waktu pemberian imunisasi.”
 Tujuan Pertemuan
• “Pada pagi hari ini kita akan berdiskusi bersama tentang Imunisasi wajib bagi anak dan waktu pemberian imunisasi.”
• “Bagaimana, apakah ibu dan bapa mengetahui tentang Imunisasi wajib bagi anak dan waktu pemberian imunisasi?”
 Kontrak Waktu
“Kalau begitu kita akan berdiskusi bersama tentang Imunisasi wajib bagi anak dan waktu pemberian imunisasi selama 15 menit, apakah bapa dan ibu setuju?”

2. Kegiatan Diskusi
“Apakah bapa atau ibu tahu apa pengertian dan tujuan dari imunisasi?”.
“Iya benar, bagus sekali jawaban dari ibu dan bapa”
“Ya jadi kami akan sedikit menambahkan dari jawaban ibu dan bapa tadi. Pengertian Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu kedalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Tujuan pemberian imunisasi untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya, mencegah kematian balita karena infeksi.
“Selanjutnya saya akan menjelaskan pada ibu dan bapa tentang imunisasi yang wajib diberikan. Inilah 5 jenis imunisasi yang wajib diperoleh bayi sebelum usia setahun :
1. IMUNISASI DTP
Dengan pemberian imunisasi DTP, diharapkan penyakit difteri, tetanus, dan pertusis, tidak menyerang anak. Kekebalan segera muncul seusai diimunisasi.
2. IMUNISASI POLIO
Belum ada pengobatan efektif untuk membasmi polio. Penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan ini, disebabkan virus poliomyelitis yang sangat menular. Penularannya bisa lewat makanan/minuman yang tercemar virus polio. Bisa juga lewat percikan ludah/air liur penderita polio yang masuk ke mulut orang sehat.
3. IMUNISASI CAMPAK
Sebenarnya, bayi sudah mendapat kekebalan campak dari ibunya. Namun seiring bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak.
4. IMUNISASI BCG
Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercle bacili yang hidup di dalam darah. Imunisasi ini diberikan agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ini ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin).
5. IMUNISASI HEPATITIS B
Lebih dari 100 negara memasukkan vaksinasi ini dalam program nasionalnya. Apalagi Indonesia yang termasuk negara endemis tinggi penyakit hepatitis. Jika menyerang anak, penyakit yang disebabkan virus ini sulit disembuhkan. Bila sejak lahir telah terinfeksi virus hepatitis B (VHB), dapat menyebabkan kelainan-kelainan yang dibawanya terus hingga dewasa. Sangat mungkin terjadi sirosis atau pengerutan hati (kerusakan sel hati yang berat). Bahkan yang lebih buruk bisa mengakibatkan kanker hati.
“Sejauh ini apakah ada pertanyaan?”
“Kalau tidak ada pertanyaan saya akan menjelaskan tentang waktu pemberian imunisasi :
1. IMUNISASI DTP
 Usia & Jumlah Pemberian:
Sebanyak 5 kali; 3 kali di usia bayi (2, 4, 6 bulan), 1 kali di usia 18 bulan, dan 1 kali di usia 5 tahun. Selanjutnya di usia 12 tahun, diberikan imunisasi TT.
2. IMUNISASI POLIO
 Jumlah Pemberian:
Bisa lebih dari jadwal yang telah ditentukan, mengingat adanya imunisasi polio massal. Namun jumlah yang berlebihan ini tak akan berdampak buruk.
 Usia Pemberian:
Saat lahir (0 bulan), dan berikutnya di usia 2, 4, 6 bulan. Dilanjutkan pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Kecuali saat lahir, pemberian vaksin polio selalu dibarengi dengan vaksin DTP.
3. IMUNISASI CAMPAK
 Usia & Jumlah Pemberian:
Sebanyak 2 kali; 1 kali di usia 9 bulan, 1 kali di usia 6 tahun. Dianjurkan, pemberian campak ke-1 sesuai jadwal. Selain karena antibodi dari ibu sudah menurun di usia 9 bulan, penyakit campak umumnya menyerang anak usia balita. Jika sampai 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak, maka pada usia 12 bulan harus diimunisasi MMR (Measles Mumps Rubella).
4. IMUNISASI BCG
 Jumlah Pemberian:
Cukup 1 kali saja, tak perlu diulang (booster). Sebab, vaksin BCG berisi kuman hidup sehingga antibodi yang dihasilkannya tinggi terus. Berbeda dengan vaksin berisi kuman mati, hingga memerlukan pengulangan.
 Usia Pemberian:
Di bawah 2 bulan. Jika baru diberikan setelah usia 2 bulan, disarankan tes Mantoux (tuberkulin) dahulu untuk mengetahui apakah si bayi sudah kemasukan kuman Mycobacterium tuberculosis atau belum. Vaksinasi dilakukan bila hasil tesnya negatif. Jika ada penderita TB yang tinggal serumah atau sering bertandang ke rumah, segera setelah lahir si kecil diimunisasi BCG.
5. IMUNISASI HEPATITIS B
 Jumlah Pemberian:
Sebanyak 3 kali, dengan interval 1 bulan antara suntikan pertama dan kedua, kemudian 5 bulan antara suntikan kedua dan ketiga.
 Usia Pemberian:
Sekurang-kurangnya 12 jam setelah lahir. Dengan syarat, kondisi bayi stabil, tak ada gangguan pada paru-paru dan jantung. Dilanjutkan pada usia 1 bulan, dan usia antara 3-6 bulan. Khusus bayi yang lahir dari ibu pengidap VHB, selain imunisasi yang dilakukan kurang dari 12 jam setelah lahir, juga diberikan imunisasi tambahan dengan imunoglobulin antihepatitis B dalam waktu sebelum berusia 24 jam.

3. Penutup
 Evaluasi
“Bisakah ibu atau bapa menjelaskan tentang pengertian dan tujuan dari imunisasi)?”
“Apa saja imunisai yang wajib diberikan pada bayi sebelum usia satu tahun?”
“Kapan saja waktu pemberian 5 imunisasi wajib?”



 Kesimpulan
“Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu kedalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Tujuan pemberian imunisasi untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya, mencegah kematian balita karena infeksi. Sejak imunisasi dijalankan, berdampak pada menurunnya AKB. Sedangkan imunisasi terhadap penyakit lain seperti Gondongan (Mumps), Campak Jerman (Rubella), Tifus, Radang Selaput Otak (Meningitis) Hib, Hepatitis A, Cacar Air (Chicken Pox, Varicella) dan Rabies tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan (Gloria Cyber Ministries, 2001).”

 Salam penutup
“Berhubung waktu telah usai, saya akan mengakhiri diskusi kita hari ini. Terima kasih atas partisipasi dan perhatian dari bapak dan ibu. Mohon maaf jika dalam menyampaikan materi ini terdapat kesalahan dalam penyampaian dan saya belum dapat menjawab pertanyaan dari bapa dan ibu. Terima kasih”.
Poskan Komentar