Jumat, 28 Juni 2013

Mencuci tangan (hand washing)

Jam istirahat digunakan siswa dengan bermain di halaman sekolah
Mencuci tangan setelah bermain

Mencuci tangan setelah jam istirahat seperti yang dilakukan oleh siswa-siswa Sekolah Dasar Negeri Tubunaus di Kab. TTS adalah hal yang harus dicontoh. Mencuci tangan merupakan hal yang sederhana tetapi mempunyai dampak yang besar dalam mencegah penyakit. 

Kali ini, saya akan membahas mencuci tangan yang benar khususnya untuk tenaga kesehatan.

Latar Belakang

Infeksi nosokomial atau yang sekarang disebut sebagai health care-associated infection (HCAI) merupakan infeksi yang ditularkan dalam sebuah setting layanan kesehatan selama pelayanan kesehatan tersebut berlangsung (Manitoba Gov, 2012). Infeksi nosokomial terjadi di seluruh dunia dan mempengaruhi negara-negara maju maupun berkembang. Infeksi ini merupakan penyebab utama kematian dan peningkatan morbiditas antara pasien rawat-inap. Survey yang dilakukan di 55 RS dari 14 negara yang mewakili 4 yang area (Eropa, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat) menunjukkan rata-rata 8,7% dari seluruh pasien rumah sakit memiliki infeksi nosokomial. Setiap saat, lebih dari 1,4 juta orang di seluruh dunia menderita komplikasi infeksi yang diperoleh di rumah sakit (WHO, 2002).

Penularan infeksi di RS dapat terjadi dalam urut-urutan seperti di bawah:
  1. mikroorganisme ada pada kulit pasien, atau ada di benda mati di sekitar pasien;
  2. mikroorganisme ditransfer ke tangan;
  3. mikroorganisme mampu bertahan hidup selama setidaknya beberapa menit di
  4. mencuci tangan yang tidak efektif atau antisepsis yang digunakan tidak sepenuhnya menghilangkan mikroorganisme;
  5. orang dengan tangan yang terkontaminasi melakukan kontak langsung dengan pasien lain atau dengan suatu obyek mati dan kemudian melakukan kontak langsung lagi dengan pasien.


Kejadian infeksi melibatkan agen, sumber, pintu keluar dari sumber , cara penularan, pintu masuk ke pejamu dan pejamu sendiri. Ke-6 hal ini secara utuh membentuk rantai infeksi atau the chain of infection seperti yang terlihat pada gambar di bawah.

Rantai infeksi (sumber: Manitoba Routine practices and additional precautions, 2012)
Memutus rantai infeksi dapat dilakukan di semua anak rantai infeksi. Jika rantai infeksinya diputus di cara penularan, maka harus diketahui terlebih dahulu 3 cara penularan infeksi, yaitu lewat kontak langsung dan tidak langsung, droplet dan lewat udara (bisa dilihat pada gambar di bawah).
Cara penularan infeksi (sumber: National Health and Medical Research Council, 2010)


Dalam memutus rantai penularan infeksi melalui kontak langsung, maka kebersihan terutama kebersihan tangan harus menjadi perhatian utama. Hasil penelitian Inweregbu et al (2005) menemukan bahwa mencuci tangan adalah satu-satunya ukuran penting pencegahan infeksi nosokomial. Infeksi nokosomial dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan tangan melalui cuci tangan dengan sabun antikuman. Cuci tangan memakai sabun wajib dilakukan petugas medis sebelum dan setelah menangani pasien.

Definisi

Mencuci tangan adalah proses menggosok kedua permukaan tangan dengan kuat secara bersamaan menggunakan zat pembersih yang sesuai dan dibilas dengan air mengalir dengan tujuan menghilangkan mikroorganisme sebanyak mungkin. Mencuci tangan adalah cara yang penting untuk mengendalikan dan mencegah penularan mikroorganisme.

Prinsip mencuci tangan
  1. Anggap bahwa semua alat terkontaminasi: jangan terlalu sering memegang keran, tempat sabun, wastafel, alat pengering, terutama setelah mencuci tangan; dianjurkan untuk menggunakan tempat sampah yang dapat dibuka tutup menggunakan injakan kaki, keran yang dapat diputar dengan siku
  2. Jangan memakai perhiasan
  3. Gunakan air hangat yang mengalir; air yang terlalu panas akan membuka pori-pori dan menyebabkan iritasi; cegah terjadinya percikan air, terutama ke baju sehingga mikriirganisme tidak berpindah dan berkembangbiak di tempat lembab tersebut
  4. Gunakan sabun yang tepat dan gunakan sampai muncul: sabun akan mengemulsi lemak dan minyak serta mengurangi tegangan permukaan, sehingga memudahkan pembersihan
  5. Gunakan gerakan memutar, menggosok dan bergeser
  6. Gunakan handuk kertas sekali pakai untuk mengeringkan tangan
Waktu yang tepat untuk mencuci tangan
Five moments hand hygiene (sumber: WHO, 2006)

Perlengkapan:
  • Sabun, busa sabun, gel sanitizer berisi benzalkonium klorida atau alkohol
  • Air hangat yang mengalir (hanya untuk sabun)
  • Handuk (hanya untuk sabun dan air)

Persiapan:
  • Kaji keadaan tangan
  • Kuku harus tetap pendek
  • Lepaskan semua perhiasan
  • Periksa adanya luka pada kulit tangan, seperti kuku yang rusak atau luka

Pelaksanaan:
-        Jelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan, mengapa dan bagaimana klien dapat bekerjasama
-        Nyalakan air dan atur alirannya
-        Basahi tanganseluruhnya dengan meletakkannya di bawah aliran air dan sabuni tangan
  • Pertahankan posisi tangan lebih rendah dari siku sehingga air mengalir dari lengan hingga ujung jari
  • Jika menggunakan sabun cair, tuangkan 2-4 ml (1 sdt). Jika sabun batangan, butiran atau lembaran, gosokkan sabun di antara kedua telapak tangan

-        Cuci dan bilas tangan secara seksama sesuai langkah-langkah di bawah:

Langkah-langkah mencuci tangan (sumber: WHO, 2006)
  1. Basahi tangan dengan air
  2. Ambil sabun sebanyak yang bisa digunakan untuk mencuci seluruh permukaan tangan
  3. Telapak tangan saling menggosok
  4. Taruh telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri, sementara jari-jari tangan kanan diselipkan di antara jari-jari tangan kiri. Lakukan sebaliknya
  5. Telapak tangan saling menggosok dengan jari-jari saling diselipkan antara jari-jari
  6. Punggung jari-jari tangan berhadapan dengan telapak tangan kiri. Gosok ke atas dan bawah
  7. Gosok pangkal ibu jari dengan tangan kanan dan lakukan sebaliknya
  8. Gosok dengan gerakan memutar telapak tangan kiri dengan ujung jari-jari tangan kanan. Lakukan sebaliknya
  9. Cuci tangan dengan air sampai sabun hilang
  10. Bersihkan tangan dengan handuk yang khusus untuk anda sendiri
  11. Gunakan handuk untuk mematikan kran air
  12. Tangan bersih dan aman
Mencuci tangan dengan benar ini lama waktunya kurang lebih sama dengan lagu “happy birthday” (40-60 detik), sehingga cuci tangan bisa diiringi dengan menyanyi lagu happy birthday 


Referensi:
  1. Berman, Audrey, Shirlee Snyder, Barbara Kozier, Glenora Erb. 2009. Buku ajar praktik keperawatan klinis Kozier & Erb / Audrey Berman ... (et al.). Ed. 5. Jakarta: EGC
  2. Johnson, Ruth, Wendy Taylor. 2004. Buku ajar praktik kebidanan. Jakarta: EGC
  3. Sitepoe, Mangku. Melawan Influenza A (H1N1). Jakarta: Grasindo
  4. WHO. 2009. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. Switzerland: WHO Press
  5. WHO. 2002. Prevention of hospital-acquired  infections, A PRACTICAL GUIDE. 2nd edition. Malta: WHO
  6. National Health and Medical Research Council. 2010. CliniCal eduCators guide for the prevention and control of infection in healthcare. Canberra: National Health and Medical Research Council
  7. Inweregbu, Ken, Jayshree Dave, Alison Pittard. 2005. Nosocomial infections. Continuing Education in Anaesthesia, Critical Care & Pain. The Board of Management and Trustees of the British Journal of Anaesthesia. Volume 5 Number 1
  8. Ana, Lusia Kus. 2013. Rumah sakit rawan infeksi. Diakses dari: http://health.kompas.com/read/2013/01/10/17424190/Rumah.Sakit.Rawan.Infeksi


Poskan Komentar